ditepian tebing kudengar sayup sayup denting senar bergema diantara lembah- lembah hijau
rumput dan pinus-pinus muda ikut menari dengan ujung lembar jemari daunnya
serta ranting- ranting itu berubah menjadi lekukan-lekukan tangan dalam balutan hutan
di tiap sela-sela karangnya yang kokoh
mengikuti bunga-bunga laut yang bernyanyi
nyanyikan lagu rindu yang aku senandungkan diantara tapak-tapak tak bernyawa
dan aku masih terduduk menunggu kisah yang terhalang jeruji tilam kecil
hingga lukisan sudut-sudut kota dapat ku genggam dari puncak pendakian
entah apa yang ku buat dengan ini?
sudah bosan aku selalu berteriak kepada mata angin yang terhalang senyum
lebih ku pilih tuliskan pada selembar daun diantara ilalang
dan bernyanyi bersama pasir di pantai dan lembah- lembah hijau



