Hujan : kini aku telanjang tanpa seutas benar diatas tubuhku
Tanpa rambut dikepalaku , tanpa kuku di jemariku
Tahukah kamu : hujan
Ketika kau menggampiriku dan menudungiku dengan rintikmu
Aku seakan memakai selembar pakaian yang tak seorangpun dapat melihatnya
Aku seperti bidadari bening yang menari diantara malaikat
Dan ketika kau mulai mendendangkan lagu malam
Ingin rasanya aku menjadi sebuah biola
Yang mampu bangunkan jam – jam mati sore itu
Hujan : kau sahabat terbaiku
Seperti ibu yang menyelimutiku saat aku mulai belajar memijak bumi
Bumi yang menjadi tempatku bermain, tempatku terlelap dan kini menangis
hujan, apakah kau bersahabat dengan bumi?
Ataukah kau mempunyai ibu seperti aku?
Ibu manis yang slalu tersenyum dan tak pernah sinis
Ibu jenius yang tak pernah berdengus
Ibu apakah kau bersahabat dengan hujan?
Hujan apakah kau mengenal ibu?
Tapi aku memilihmu hujan
Tak memilih ibu yang membesarkanku
Aku terlalu mencintaimu
Hingga jam mati terbangun untukku
Dan aku salah telah memilihmu
No comments:
Post a Comment