Thursday, August 18, 2011

antara Ibu dan Hujan

Hujan : kini aku telanjang tanpa seutas benar diatas tubuhku

Tanpa rambut dikepalaku , tanpa kuku di jemariku

Tahukah kamu : hujan

Ketika kau menggampiriku dan menudungiku dengan rintikmu

Aku seakan memakai selembar pakaian yang tak seorangpun dapat melihatnya

Aku seperti bidadari bening yang menari diantara malaikat

Dan ketika kau mulai mendendangkan lagu malam

Ingin rasanya aku menjadi sebuah biola

Yang mampu bangunkan jam – jam mati sore itu

Hujan : kau sahabat terbaiku

Seperti ibu yang menyelimutiku saat aku mulai belajar memijak bumi

Bumi yang menjadi tempatku bermain, tempatku terlelap dan kini menangis

hujan, apakah kau bersahabat dengan bumi?

Ataukah kau mempunyai ibu seperti aku?

Ibu manis yang slalu tersenyum dan tak pernah sinis

Ibu jenius yang tak pernah berdengus

Ibu apakah kau bersahabat dengan hujan?

Hujan apakah kau mengenal ibu?

Tapi aku memilihmu hujan

Tak memilih ibu yang membesarkanku

Aku terlalu mencintaimu

Hingga jam mati terbangun untukku

Dan aku salah telah memilihmu

No comments:

Post a Comment