Bidadari_jingg4
Kembangan, 21 Agustus 2011
waktu sudah hampir habis untuk tahun ini
dan kita masih saja tetap disini
berdiam diri dan terkadang memaki
entah apa yang kita cari
entah mengapa kita terus begini
aku tak tau jawaban smua ini
hanya mimpi atau sebuah ilusi
aku sungguh tak mengerti
mungkin tahun nanti
akan pergi dari sini,
dari perapian rindu yang tak pernah bisa kita mengerti
Kembangan, 27 Desember 2010
bidadari_jingg4
pulang nak pulang
kepangkuan ibumu sayang
pulang nak pulang
hari telah petang
diluar dingin
janganlah kau mencari angin
pulanglah nak pulang
hendak kemana kau menjauh dariku
tak akan ada gedung kokoh tanpaku
tak ada anak untukmu nak tanpa aku
pulang nak pulang
hari telah petang
dilluar dingin
jangan kau mencari angin
jingga, 27 Januari 2010
"misteri gaun putih dengan jubah hitam"
aku tau sebagian pertanyaan yang sering kita tanyakan bersama
tentang jam yang terus bergerak maju
tentang rumah kayu dengan jendela - jendela
tentang tart besar yang ingin kita bagi bersama
aku tau gaun putih merekah yang dia kenakan
dengan jarum jarumnya menikam hatiku
bukan hatiku tapi hatimu : "ya, hatimu"
dan aku merintih menahan sakitnya
aku tau jubah hitam itu
jubah dengan kancing duri
duri yang akan mengorek isi jantungku
hingga terjembab aku dalam ruang waktu
aku tau gaun putih dan jubah hitam
aku tak benar - benar tau
atau aku salah menerka
gaun hitam dan jubah putih
sudahlah,
yang ku tau dia menyakitiku juga dirimu
bidadari _jingg4
jakarta, 4 Februari 2011
Hujan : kini aku telanjang tanpa seutas benar diatas tubuhku
Tanpa rambut dikepalaku , tanpa kuku di jemariku
Tahukah kamu : hujan
Ketika kau menggampiriku dan menudungiku dengan rintikmu
Aku seakan memakai selembar pakaian yang tak seorangpun dapat melihatnya
Aku seperti bidadari bening yang menari diantara malaikat
Dan ketika kau mulai mendendangkan lagu malam
Ingin rasanya aku menjadi sebuah biola
Yang mampu bangunkan jam – jam mati sore itu
Hujan : kau sahabat terbaiku
Seperti ibu yang menyelimutiku saat aku mulai belajar memijak bumi
Bumi yang menjadi tempatku bermain, tempatku terlelap dan kini menangis
hujan, apakah kau bersahabat dengan bumi?
Ataukah kau mempunyai ibu seperti aku?
Ibu manis yang slalu tersenyum dan tak pernah sinis
Ibu jenius yang tak pernah berdengus
Ibu apakah kau bersahabat dengan hujan?
Hujan apakah kau mengenal ibu?
Tapi aku memilihmu hujan
Tak memilih ibu yang membesarkanku
Aku terlalu mencintaimu
Hingga jam mati terbangun untukku
Dan aku salah telah memilihmu