Sunday, August 21, 2011

rindu nan dungu

kamu menabur serpihan rindu pada dahiku
kamu bungkus sebuah kenangan dalam lampion kelabu
aku tak banyak berharap, karna ku lelah menunggu
dan tak pernah tau kemana aku melaju, jika bersamamu

aku memang dungu
karna membiarkan mu mengaduk aduk ruang kalbu
aku memang punya rindu
tapi tak pernah ku tunjukan padamu

hujan tlah berlalu
dan dirimu kembali membatu
seolah tak pernah terjadi sesuatu
saat rindu menusuk kalbu

kamu biarkan aku terus menunggu
hingga akupun menjadi batu



Bidadari_jingg4
Kembangan, 21 Agustus 2011

Thursday, August 18, 2011

Desemberku

waktu sudah hampir habis untuk tahun ini

dan kita masih saja tetap disini

berdiam diri dan terkadang memaki

entah apa yang kita cari

entah mengapa kita terus begini

aku tak tau jawaban smua ini

hanya mimpi atau sebuah ilusi

aku sungguh tak mengerti

mungkin tahun nanti

akan pergi dari sini,

dari perapian rindu yang tak pernah bisa kita mengerti

Kembangan, 27 Desember 2010

bidadari_jingg4

Pulanglah Nak!!!

pulang nak pulang

kepangkuan ibumu sayang

pulang nak pulang

hari telah petang

diluar dingin

janganlah kau mencari angin

pulanglah nak pulang

hendak kemana kau menjauh dariku

tak akan ada gedung kokoh tanpaku

tak ada anak untukmu nak tanpa aku

pulang nak pulang

hari telah petang

dilluar dingin

jangan kau mencari angin

jingga, 27 Januari 2010

antara Hitam dan Putih

"misteri gaun putih dengan jubah hitam"

aku tau sebagian pertanyaan yang sering kita tanyakan bersama

tentang jam yang terus bergerak maju

tentang rumah kayu dengan jendela - jendela

tentang tart besar yang ingin kita bagi bersama

aku tau gaun putih merekah yang dia kenakan

dengan jarum jarumnya menikam hatiku

bukan hatiku tapi hatimu : "ya, hatimu"

dan aku merintih menahan sakitnya

aku tau jubah hitam itu

jubah dengan kancing duri

duri yang akan mengorek isi jantungku

hingga terjembab aku dalam ruang waktu

aku tau gaun putih dan jubah hitam

aku tak benar - benar tau

atau aku salah menerka

gaun hitam dan jubah putih

sudahlah,

yang ku tau dia menyakitiku juga dirimu

bidadari _jingg4

jakarta, 4 Februari 2011

antara Ibu dan Hujan

Hujan : kini aku telanjang tanpa seutas benar diatas tubuhku

Tanpa rambut dikepalaku , tanpa kuku di jemariku

Tahukah kamu : hujan

Ketika kau menggampiriku dan menudungiku dengan rintikmu

Aku seakan memakai selembar pakaian yang tak seorangpun dapat melihatnya

Aku seperti bidadari bening yang menari diantara malaikat

Dan ketika kau mulai mendendangkan lagu malam

Ingin rasanya aku menjadi sebuah biola

Yang mampu bangunkan jam – jam mati sore itu

Hujan : kau sahabat terbaiku

Seperti ibu yang menyelimutiku saat aku mulai belajar memijak bumi

Bumi yang menjadi tempatku bermain, tempatku terlelap dan kini menangis

hujan, apakah kau bersahabat dengan bumi?

Ataukah kau mempunyai ibu seperti aku?

Ibu manis yang slalu tersenyum dan tak pernah sinis

Ibu jenius yang tak pernah berdengus

Ibu apakah kau bersahabat dengan hujan?

Hujan apakah kau mengenal ibu?

Tapi aku memilihmu hujan

Tak memilih ibu yang membesarkanku

Aku terlalu mencintaimu

Hingga jam mati terbangun untukku

Dan aku salah telah memilihmu

Wednesday, August 17, 2011

memory 8

lembaran lembaran ingatanku kembali menguat
aroma malam itu membawaku ke-8 tahun silam, dimana aku berdiri dan bernyanyi
dimana aku menangis dan memaki bahkan aku dapat mengumpat orang - orang yang seharusnya aku hormati....
aku rindu tanah lapang yang luas, dengan ring - ring basket yang menjulang tinggi ; lalu
dengan tawa - tawa yang merekah diantara keringat
aku rindu lab kimia, dimana aku menangis karna suaraku tak kunjung meninggi
ditempat itu pula aku tertawa lepas, ketika aku dinyatakan menang lomba puisi...

tapi itu masa lalu yang tak lagi dapat kembali,
tak lagi dapat memperbaiki kesalahan - kesalahan yang pernah ku perbuat masa itu
padamu guruku, sahabatku juga teman - temanku...
lembaran itu kembali mengut ketika anak - anak seusiaku -8 tahun lalu
berlarian kesana kemari, menenteng suling dan pianika....

waktu tetap terus berjalan yang lalu pasti akan terus berlalu
dan aku akan terus menceritakan kisahku padamu,
pada generasiku, pada anak - anakku dan pada dunia ini
dunia yang tanpa penghalang tempat dan waktu, tanpa dimensi dan tanpa logika
teruslah berkarya sahabatku, teruslah meniti kehidupan yang membawamu menjadi tua
seperti aku yang slalu merindukan situasi -8 tahun lalu....
disini...

perahu kecilku

ya Allah. jika suatu hari nanti aku mengikatkan hatiku pada labuhan terakhirku....
aku hanya ingin satu perahu yang singgah,
dan takan pernah ada lagi perahu - perahu manapun yang singgah
hingga mentari tenggelam dalam cakrawalanya.... hanya ada perahu ku di bibir pantainya......
amiiiinnn