Sunday, May 31, 2009

ini atau itu

Entahlah,
aku tak pernah tau mengapa seorang ibu diciptakan
dari terciptanya adam juga hawa yang membawa dosa
hingga kisah romeo and juliet yang membawa petaka

atau cerita tentang wanita- wanita kebiri
yang menumbuk sisa harap pada hari yang berganti

atau berita tentang pengaborsian yang di ceritakan surat kabar
pada khayalak ramai yang haus akan petaka

entahlah
aku tak pernah tau mengapa adam begitu mencintai pendosa hawa
yang dengan tega menyeretnya dalam tungku api dunia
dan petaka yang selalu terus abadi

atau cerita agama tentang poligami
yang terus mengakar pada hati

entahlah
entahlah

Friday, May 22, 2009

cerita sepi

Entah apa yang inginku tuliskan

jika senja saja sudah hilang dari pelupuk mataku

dan ranting ranting cakrawala sudah tak lagi bergelayut manja pada mentari

hilang ; tinggal sepi nan sunyi


hanya tertinggal sebuah jingga

dengan serpihan hujan yang tersisa kemarin malam

itupun dengan semburat kristal perak

yang terpatri dikeningnya


apa lagi yang harus ku ceritakan

jika daun- daun sudah menguning dan tak lagi dapat bernyanyi

dan pelangi sudah habis termakan hati


hingga aku terlupa dengan cerita,


Tuesday, May 19, 2009

wajah emas itu

ketika langit serukan lagu sepi dan mengalahkan sinar sang mentari

dicakrawala ku temukan seorang anak dengan wajah emasnya

menangis namun tertawa, entah apa yang ada dalam benaknya

mungkin dia menunggu kekasih pelangi tanpa hujan


beranjak malam dia menari dengan bintang- bintang

berakhir di muara beduk subuh

entah kapan dia tertidur dalam lampin peraknya

yang ku tau pernah menghiasi taman langit


ternyata hampir seperempat abad aku memperhatikan gadis kecil berwajah emas

dengan hati terluka oleh gurat- gurat kata

namun tak pernah ku lihat melukai anak sungai dengan air matanya

tak pernah juga ku lihat menggoreskan nama pada selembar kertas


rasanya ingin aku menari bersamanya mengalahkan semua duka

tubuh mungil berwajah emas

namun beberapa saat ku tersadar pada sebuah cermin usang disudut meja

aku merasa begitu dekat dan teramat dekat dengan wajah mungil itu

dia tepat berada dihadapanku


Thursday, May 14, 2009

bahagiaku

Setiap kepingan waktu yang ku lalui, tersulam senyummu

hingga bias nafasku menyebutkan kata- kata cinta untukmu

taman mimpi akan kugenggam bersama pelukmu

mungkin waktu akan berhenti berputar untuk kita dan bukan untuk cinta kita


aku bukan lagi seorang gadis berselimut mimpi

bukan lagi nyanyian sepi

dan waktu yang kulalui tak lagi sembunyi


bukan pangeran juga bukan bangsawan

hanya lelaki pengelana hidup

dengan mahar keikhlasannya dan kesabarannya

meminangku dengan seluruh aku


jakarta, 15 Mei 2009

teruntuk kekasihku Roy