Friday, February 20, 2009

selembar puisi lagi


RINDU

Rajutan alam berusaha menyelesaikan cakrawala

ditepian tebing kudengar sayup sayup denting senar bergema diantara lembah- lembah hijau

rumput dan pinus-pinus muda ikut menari dengan ujung lembar jemari daunnya

serta ranting- ranting itu berubah menjadi lekukan-lekukan tangan dalam balutan hutan


lihatlah ombak berderu tiada lelah berlari di tepian pantai menghitung pasir

ditiap sela-sela karangnya yang kokoh

mengikuti bunga-bunga laut yang bernyanyi

nyanyikan lagu rindu yang aku senandungkan diantara tapak-tapak tak bernyawa


sekerat waktu menampik kesendirian dilorong ruang tanpa batas

dan aku masih terduduk menunggu kisah yang terhalang jeruji tilam kecil

hingga lukisan sudut-sudut kota dapat ku genggam dari puncak pendakian

entah apa yang ku buat dengan ini???


sekeping harapan??? atau sepenggal mimpi??? diantara mendung

sudah bosan aku selalu berteriak kepada mata angin yang terhalang senyum

lebih ku pilih tuliskan pada selembar daun diantara ilalang

dan bernyanyi bersama pasir di pantai dan lembah- lembah hijau

aku pergi dari
sisi matimu





jakarta di sudut waktu yang hilang

No comments:

Post a Comment