Friday, February 20, 2009

pangeran mimpi

Jari jemari cintaku tak lagi dapat menggenggam harap
hingga mentari merambat meninggalkan kepingan jingga di pundak cakrawala

sudahku cari di lorong -lorong waktu
cermin kesedihan
tetap tak ku dapati kesejukan suara kasih yang mengalun

ku tanya pada ilalang berkecapi emas
“apa kau tau dimana kereta kencana perak ?”

yang mampu terbang dengan separuh sayap penantian yang tersisa
untuk menggapai bintang hingga dapat kembali berpijak
mencari jejak-jejak tak bertapak

menyisir tepian pantai tak bergelombang
mencari serpihan- serpihan kenangan yang tertinggal
berharap dapat kembali kurajut menjadi kelopak-kelopak bunga
seperti pelangi nan elok di langit senja

temani aku pangeran mimpi
menunggu embun pagi membelai jiwaku yang mulai rapuh
mengisi tengkuk kerongkonganku
mengalir membasahi hati yang gersang

No comments:

Post a Comment