Monday, March 3, 2014

SUAMIKU AKU MENCINTAIMU

 

tanganmu yang memerah karna marahnya mentari

tak pernah kau keluhkan padaku

wajahmu yang tirus karna termakan hari

tak pernah berikanku air mata

 

sejak kau ucakan janji hati

di depan saksi

sejak itu kau memikul bebanku

juga keluargaku

 

kau serupa ibu yang mengasihiku

kau serupa ayah yang melindungku

kau juga serupa adik dan kakakku yang menyayangiku

mampu merubah menjadi apapun yang ku butuhkan

 

peluh yang membasahi hati

tak pernah kau bagi kepadaku

menyimpannya diam diam disudut hati

tak ingin aku menemukannya dan terluka

 

nyatanya aku masih saja melukaimu

membuatmu menangis diam - diam

bahkan menggoreskan sembiluh pada hatimu

tapi kau masih saja mampu tersenyum padaku

 

suamiku, terimakasih atas hari yang telah kau berikan padaku

terimakasih atas kasih dan sayang yang kau curahkan padaku

maaf bila aku melukaimu

maaf bila aku menghianatimu

tapi jauh di lubuk hatiku

aku ingin selalu bersamu

selamanya

 

 

Abdul Muis, 4 Maret 2014

Teruntuk Suamiku

Royani

 

No comments:

Post a Comment