tanganmu yang memerah karna marahnya mentari
tak pernah kau keluhkan padaku
wajahmu yang tirus karna termakan hari
tak pernah berikanku air mata
sejak kau ucakan janji hati
di depan saksi
sejak itu kau memikul bebanku
juga keluargaku
kau serupa ibu yang mengasihiku
kau serupa ayah yang melindungku
kau juga serupa adik dan kakakku yang menyayangiku
mampu merubah menjadi apapun yang ku butuhkan
peluh yang membasahi hati
tak pernah kau bagi kepadaku
menyimpannya diam diam disudut hati
tak ingin aku menemukannya dan terluka
nyatanya aku masih saja melukaimu
membuatmu menangis diam - diam
bahkan menggoreskan sembiluh pada hatimu
tapi kau masih saja mampu tersenyum padaku
suamiku, terimakasih atas hari yang telah kau berikan padaku
terimakasih atas kasih dan sayang yang kau curahkan padaku
maaf bila aku melukaimu
maaf bila aku menghianatimu
tapi jauh di lubuk hatiku
aku ingin selalu bersamu
selamanya
Abdul Muis, 4 Maret 2014
Teruntuk Suamiku
Royani
No comments:
Post a Comment