kring....kring... bunyi alarm di kamarku. hari ini hari kamis tanggal 7 february ku lihat tanggalan merah "ehm,,kayanya hari ini aku bisa tidur agak panjang nich mumpung hari libur" kataku dalam hati. lalu segera ku matikan hp ku,takut kalau-kalau nanti teman mengajakku jalan atau malah mau berlibur di rumahku. memang sudah kebiasaan teman- teman jika libur mereka selalu datang menggangguku tidur dan tak jarang jika ku menolak ajakan mereka,mereka malah sengaja datang dan menarikku keluar kamar.
tanpa sengaja ku melihat foto mantanku yang ku letakan tepat di sebelah tempat tidurku,lalu ku putar lagu dealova dan ku buka diary lalu ku mencorat-coret namanya hingga aku tertidur kembali.
jam menunjukan 10.35 ku dengar suara mbah (dalam bahasa jawa yang artinya nenek) memanggilku dari bawah "Ra..Rara.. ayo bangun sudah siang" suara mbahku berteriak memanggilku yang berada di kamar atas.ku masih diam meski mataku tak tepejam lagi terdengar lagi suaranya memanggilku "Ra..Rara..aduh kamu ini pemali tau perawan bangun siang ntar jauh jodoh loch" segera ku turun dan menghampirinya "iya mbah' jawabku singkat.segera ku menyambar handuk dan sedikit berlari menuju kamar mandi. "hu..uh ngapain sich tu orang ke mari gak tau orang lagi istirahat kali ya? seruku menggerutu. selesai aku mandi lalu ku segera naik kekamarku mengganti pakaian yang tadi ku kenakan sambil berlama-lama di depan kaca ku pandangi diriku di depan cermin besar dan bertanya "apa aku gak pantes jadi pacarnya eko ya? andai aja aku selalu mau belajar untuk setia pasti kejadiaan itu gak terjadi." setelah ku rasa sudah terlalu lama aku berdiri dan menyesali perbuatanku akhirnya segera aku turun menenui seseorang yang dari tadi menungguku di teras."hai Ra sudah selesai?" tanya pemuda yang mengenakan kaos hitam dengan jins birunya "ngapain loe kesini?ganggu orang aja!"jawabku ketus dan berjalan kedalam mengmbilkan minun "nih" kataku sambil menyodorkan gelas dan mimuman "jalan yuck Ra!" katanya sambil tersenyum " ogah lagi males jalan nich gue" kataku agak sedikit ketus "kenapa sich Ra kok kalo gue ajak jalan gak pernah mau?" tanyanya lagi " udah ah males gue,kapan-kapan aja ya!" jawabku dengan nada melemah "oke,tapi janji ya loe harus mau gue ajak jalan" katanya lagi sambil meminun air yang tadi ku suguhkan "iya tapi sekali aja ya!" kataku sambil meyakinkan tiba-tiba tlp rumahku berdering lalu ku berlari masuk rumah untuk mengangkat tlp "halo bisa bicara dengan Rara?"tanya suara di seberang sana "kenapa feb? nie gue Rara." jawabku "eh Ra lagi ngapain loe,kok tumben ada dirumah! jalan yu kita ke blok M plaza temenin gue nyari sepatu ma baju. mau yah mau dong" kata suara di sebrang sana tiada henti berbicara memaksaku ikut menemaninya. ku berfikir lebih baik aku ikut febri jalan ketimbang harus jalan dengan orang yang paling menyebalkan di seluruh jakarta barat ini."iya loe jemput gue aja di rumah mbah gue ya! jam 12an loe harus dah sampe rumah gue ya?!" jawabku sedikit memaksa. lalu ku tutup tlpnya dan keluar menemui pria berkaos hitam "tlp dari siapa Ra?"tanyanya "dari febri,bentar lagi gue mau jalan ma dia ke blok M jadi mendingan loe pulang aja ya!! besok-besok baru deh gue jalan ama loenya." kataku "yah kok gitu sih Ra? tapi ya udah deh gue pulang dari pada nanti loe malah jadi BT.tapi janji ya loe harus mau gue ajak jalan." jawabnya pasrah."iya beres pokoknya sekarang loe pulang dulu yah" kataku. lalu pria berkaos hitampun segera pamit pulang.
No comments:
Post a Comment