Thursday, March 27, 2014

LABIRIN KENANGAN

pesisir pesisir waktu mambawaku kelaut kenangan
membenamkanku pada palung cerita
entah mengapa aku tak mampu menarik hatiku keluar dari sana
dari rasa yang tak pernah berwujud
rindu:
mungkin memang salahku
yang tetap menunggumu


lihat
lihatlah,
langitmu dan langitku pun sudah berbeda warna
berbeda arah dan berbeda rupa
kasih:
tak seharusnya aku melupakan waktu
dan tak seharusnya hanyut dalam kenangan

tapi,
entahlah....


seperti labirin dalam bejana kaca
mampu melihat namun tak tau jalan keluarnya
disini..
disini..
aku terpenjara kenangan
dalam bejana waktu
seperti labirin



Abdul Muis, 27 Maret 2014
Bidadari_Jingg4

Monday, March 3, 2014

SUAMIKU AKU MENCINTAIMU

 

tanganmu yang memerah karna marahnya mentari

tak pernah kau keluhkan padaku

wajahmu yang tirus karna termakan hari

tak pernah berikanku air mata

 

sejak kau ucakan janji hati

di depan saksi

sejak itu kau memikul bebanku

juga keluargaku

 

kau serupa ibu yang mengasihiku

kau serupa ayah yang melindungku

kau juga serupa adik dan kakakku yang menyayangiku

mampu merubah menjadi apapun yang ku butuhkan

 

peluh yang membasahi hati

tak pernah kau bagi kepadaku

menyimpannya diam diam disudut hati

tak ingin aku menemukannya dan terluka

 

nyatanya aku masih saja melukaimu

membuatmu menangis diam - diam

bahkan menggoreskan sembiluh pada hatimu

tapi kau masih saja mampu tersenyum padaku

 

suamiku, terimakasih atas hari yang telah kau berikan padaku

terimakasih atas kasih dan sayang yang kau curahkan padaku

maaf bila aku melukaimu

maaf bila aku menghianatimu

tapi jauh di lubuk hatiku

aku ingin selalu bersamu

selamanya

 

 

Abdul Muis, 4 Maret 2014

Teruntuk Suamiku

Royani